Rabu, 23 Juni 2010

Tentang AA dan DHA 2


Kebutuhan AA dan DHA bayi masih terus berlangsung meski lahir normal, tetapi tidak ada yang menjamin manfaatnya jika AA dan DHA itu disuplai dari susu formula. Ketidakpastian jaminan ini meliputi :
  1. Tidak pasti siap atau tidak AA dan DHA tiruan itu dicerna oleh usus bayi dan berlanjut keotak, sebab secara alamiah bayi sudah mempunyai AA dan DHA tersendiri dari ASI.
  2. Ketidakpastian kadarnya, apakah kadar yang tertera di label kaleng itu sesuai dengan kebutuhan bayi yang setiap jam bisa berubah. Untuk meyakinkan konsumen, pada label susu formula tentu saja selalu dicantumkan kalimat bahwa kadar AA dan DHA yang dikandungnya mendekati kadar AA dan DHA dalam ASI
  3. Ketidakpastian berapa persen dari kadar AA dan DHA yang tertera itu yang siap terserap sesuai kondisi bayi karena kondisi bayi selalu berubah-ubah. Susu formula yang disimpan dalam kaleng yang merupakan benda mati, tidak bisa berubah-ubah menyesuaikan kondisi bayi. Berbeda dengan ASI yang berasal dari organ tubuh ibu sehingga siap berubah-ubah sesuai kondisi bayi yang menghisapnya.
  4. Ketidakpastian yang mengerikan adalah apakah AA dan DHA yang disuplementasikan kesusu formula itu telah teruji keamanannya, sebab kedua senyawa itu bisa menjadi pemicu kelebihan lemak dan efek samping yang tak disangka-sangka (warning..!)
Jaminan pasti AA dan DHA adalah dari ASI dengan komposisi yang sangat pas. Ini semua ada dalam tubuh Ibu, cairan milik si kecil yang dititipkan oleh Allah, siap santap dan tanpa efek samping. Oleh sebab itu seorang ibu yang tidak memaksimalkan pemberian ASI kepada bayinya berarti menanggung hutang.

Kami mendukung sepenuhnya saran dokter untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan berlanjut hingga 2 tahun. Dengan memaksimalkan pengeluaran ASI, kami turut berdoa semoga resiko kanker payudara ibu akan sangat kecil atau bahkan tidak ada sebab kantong-kantong payudara itu bersih dan lancar.

Silahkan memberikan susu formula (mengandung AA dan DHA atau tidak) hanya sebagai sampingan saja, dengan catatan susu itu diberikan setelah masalah ASI eksklusif (6 bulan) selesai dan itupun tetap masih dengan memberikan ASI sampai 2 tahun. Jadi susu formula hanya sebagai minuman ringan, seperti Anda minum teh manis setiap pagi.

Ibu Yazid Subakti,S.Si mempunyai seorang teman yang bekerja disebuah perusahaan susu formula. Ia menceritakan bahwa manajer pemasarannya tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan ibu-ibu disupermarket yang dengan semangat menyerbu produk susunya yang berlabel AA dan DHA itu"Betapa mudah bangsa ini dikibuli dengan iklan", katany puas.

Sumber : Buku Ensiklopedi Calon Ibu mendidik anak secara Islami
Info Ummi Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar