Melihat judul di atas mungkin anda heran, betulkah kita bisa mendidik janin? Begitu kata anda.Hal itu sangat mungkin di lakukan, bahkan bisa jadi merupakan masa pertama kita mendidik anak kita, semakin awal kita lakukan, semakin besar pula kita mendapat peluang anak soleh maupun pintar seperti yang kita idamkan dan doakan.
Sejak usia 14 minggu janin telah mulai peka terhadap rangsangan. Ia bisa melengkungkan jari tangan atau telapak kakinya jika tersentuh. Pada usia 20 minggu, sel-sel khusus otak yang menunjang berfungsinya panca indera janin mulai terbentuk. Menurut Dr Friedrich Kruse (ahli psikoterpi dari Jerman), anak-anak yang terlantar sejak kecil rata-rata jika tidur menggulung diri seperti bola dengan selimut menutupi kepala. Sikap seperti ini menggambarkan kejadian kemunduran (regresi) mutlak, yaitu keinginan untu kembali pada ketenangan dalam rahim ibunya.
Hal ini terjadi karena adanya ingatan terhadap masa-masa indah selama dalam rahim dulu. Ketika bayi lahir, tumbuh dan berkembang, memori itu terbuka kembali. Ini membuktikan bahwa rangsangan yang di terima sejak dalam kandungan berpengaruh cukup besar dan masih terbawa hingga bayi lahir. Anak-anak berkemungkinan untuk teringat kembali apa yang pernah terjadi dalam masa kandungan. Perlakuan ibu, sentuhan dan terapi boleh jadi akan terungkap kembali. Oleh sebab itu sebagai ikhtiar, disarankan ibu hamil melakukan berbagai terapi untuk mendidik janinnya.
Saat janin masih dalam rahim, masukan informasi yang paling efektif adalah melalui pendengarannya, kemudian disimpan dalam memori otaknya.
Untuk mendidik janin, anda dapat mempraktekkan hal berikut :
Bercakap-cakap dengan janin
Dapatkah anda mendengar suara tamu yang mengucap salam didepan pintu rumah saat pintu ditutup? Pasti mendengarnya meskipun tidak begitu keras. Ketika perut sang Ibu di tepuk-tepuk, bayi telah mampu juga mendengarnya. Ketika si Ibu menyetel lagu di radio, bayi telah mampu mendengarnya meskipun tidak sekeras dan semurni suara aslinya.
Ucapkan kalimat-kalimat bernada mengajak bicara kearah janin, sambil mendekatkan pipi atau mulut anda ke perut. Atau agar terfokus, pembicaraan dapat dilakukan juga melalui gulungan kertas atau tabung berlubang lalu di arahkan ke perut. Lakukanlah pembicaraan dengan suara agak keras tetapi dengan penuh kasih sayang, sebab suara yang pelan kurang terdengar oleh janin (Terbias oleh cairan ketuban dan dinding perut ibu). Materi pembicaraan adalah percakapan seolah anda betul-betul bicara dengan bayi, misalnya”Dede, ini suara adzan, maghrib sudah tiba, kita shalaat yuk..”atau kalimat lain dengan penuh perasaan.
Membelai perut
Janin telah tanggap terhadap belaian sejak usia 5 bulan. Sentuhan halus tangan ibunya pada perut akan membuat janin merasa nyaman. Janin bisa merasakan apakah sentuhan itu penuh kasih sayang atau sentuhan biasa. Belaian ini dilakukan pada bagian depan perut ibu, memutar atau setengah mengurut atau tepukan lembut tanpa tekanan keras. Biasanya bayi akan merespon dengan bergerak-gerak seolah ia mengerti bahwa Ibunya sedang mengajaknya bermain.
Terapi musik
Apakah musik itu haram? Jika kita mau sedikit ‘repot’ menelaah hadits dan sejarah secara komprehensif maka tidak ada dalil pengharaman musik yang dapat dijadikan hujjah (alas an). Bahkan pencipta not balok itu sendiri adalah ilmuwan muslim yang taat (Safiudan dan Mawsil), dan tahukah anda siapa yang mengembangkannya? Yang mengembangkannya adalah Ibnu Bajjah, ilmuwan muslim yang brilian pula (pada saat itu bangsa eropa baru bisa memukul genderang). Jadi musik hukumnya mubah (bisa halal bisa haram tergantung konteksnya di mana, bagaimana cara bermusik dan untuk apa).
Musik diyakini dapat merangsang sel-sel otak janin, terutama jika dirangsang dengan jenis musik klasik yang mengandung banyak fibrasi (getaran nada) seperti Mozart, Beethoven dan lainnya. Vibrasi musik ini merangsang perkembangan sel-sel otak sehingga terlatih untuk lebih aktif.
Kemana-harus terapi musik ? Tidak perlu kemana-mana. Cukup di dalam kamar bersama suami atau sendirian. Sediakan kaset atau MP3 semisal Mozart atau jenisnya dalam tape walkman. Bunyikan tape dengan volume sedang, lalu tempelkan ke perut selama kira-kira 10 menit. Dalam sehari terapi ini bisa dilakukan tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore. Lakukan hal ini secara teratur tiap hari pada jam yang sama dan jangan sampai kelamaan.
Tilawatil Qur’an
Kenalkan janin dengan kalam Allah. Dapat dilakukan dengan membaca sendiri, dibacakan oleh suami, atau diperdengarkan kaset tilawah yang didekatkan ke perut sebagaimana terapi musik. Bacaan ayat suci ini akan disambut bayi dengan gerakan-gerakan. Bayi menyukai bacaan ini karena secara naluriah ia masih suci dan sedang dalam pencarian sang pencipta yang pernah ia persaksikan sebelumnya.
Lakukan terapi di atas dengan terjadwal dan disiplin. Perlakuan yang berlebihan tidak membawa kebaikan, dan dikhawatirkan akan membuat keaktifan janin berlebihan sehingga dapat memicu konstraksi sebelum waktunya.
Yazid Subakti, S.Si
Deri Rizki Anggarani,S.Gz
Tidak ada komentar :
Posting Komentar