
infoummi - Menderita autisme berarti mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, dalam bersosialisasi, dan memiliki perhatian sangat terfokus. Untuk berbagai hal, perhatian yang sangat terfokus ini sangat diperlukan terutama untuk mengatasi berbagai kesulitan yang kebanyakan dihadapi orang lain. Mungkin anda pernah menemukan seorang teman sekolah yang sangat pintar, tetapi tidak mengetahui tentang apa yang disukai kebanyakan remaja. Penderita autis mungkin hanya memiliki satu topik pembicaraan dan ia terus membicarakan topik yang sama dan terlihat tidak nyaman bersosialisasi dengan orang lain. Orang autis juga memiliki kepribadian dan perasaan seperti orang-orang lain tetapi mereka tidak dapat mengungkapkannya dengan jelas. Penderita autis biasanya tidak dapat belajar dengan cara mengamati atau meniru tindakan orang lain.
Berdasarkan statistik saat ini, jumlah penderita Autisme adalah 1 dari 150 orang dan 3 dari 4 penderita autis bergender laki-laki. Autisme tidak ada hubungannya dengan inteligensia. Penderita autis memiliki berbagai kesulitan dalam memproses indera, dalam arti otak mereka tidak dapat langsung memberikan response terhadap apa yang diterima oleh indera mereka.
Mereka bisa jadi oversensitif terhadap cahaya atau suara, dan hal itu membuat mereka kesulitan untuk meresponi apa yang mereka lihat atau dengar. Mereka bisa menjadi sangat pandai dalam satu subyek, tetapi tidak merasaa nyaman dalam topik lain. Dan untuk kebanyakan penderita autis, sangat sulit untuk mendengar dan melihat pada waktu bersamaan, karena otak mereka tidak dapat memproses apa yang mereka terima pada saat bersamaan.
Orang terkenal yang merupakan Penderita Autis
Banyak orang yang menderita sedikit Autisme (Asperger Syndrome) merupakan orang-orang yang sangat menonjol dalam sains dan seni. Albert Einsten dan Ishak Newton contohnya.
Apa yang mereka lakukan
Anda mungkin akan melihat seorang penderita autis suka menjetikkan jarinya atau memutar-mutar sepotong benang berulang-ulang, melakukan sesuatu yang sedikit berbeda dibandingkan kebanyakan orang. Kelakukan ini membuat mereka tenang dan terfokus ketika mereka berada dalam lingkungan yang membuat mereka gelisah.
Apa yang dikatakan orang Autis
Luke Jackson, seorang remaja Inggris dengan Asperger’s Syndrome, membuat buku berjudul “Freaks, Geeks and Asperger Syndrome: A User Guide to Adolescence” ketika ia berumur 13. Di dalamnya ia menjelaskan kesulitannya melihat dan mendengar pada saat bersamaan, sama seperti kesulitannya dengan berkomunikasi dan berteman.
“Saya selalu dimarahi karena berdiri terlalu dekat dengan mereka dan mengikuti mereka kemana saja setiap waktu, tetapi adalah sangat sulit untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengikuti seseorang dan terus mengobrol atau kapan pembicaraan selesai, saya harus meninggalkan mereka sendiri.”
Dalam buku “The Mind Tree”, Tito Rajarshi Mukhopadhyay berdiskusi bagaimana ia tidak dapat selalu merasakan di mana tubuhnya dalam ruangan dan menantang tubuhnya untuk melakukan apa yang ia mau.
Apakah anda tergerak menolong teman anda penderita Autis? Berikut Hints yang dapat berguna:
1. Perlakukan teman penderita autis seperti orang biasa.
2. Usahakan untuk mengikutsertakan teman penderita autis dalam rencana sosial. Mereka tidak memiliki banyak kesempatan sosial dan membutuhkan teman, walaupun sangat sulit bagi mereka untuk menjelaskan bahwa mereka membutuhkannya.
3. Konsisten dalam cara menyalami mereka. Gunakan nama mereka (jangan menggunakan kata “bro” sekarang, “mas” pada saat lain) akan menimbulkan kebingungan
4. Jangan membuat janji yang tidak dapat kamu tepati. Jangan katakan “Mungkin kita bisa pergi minum kopi bersama suatu hari.” Ini akan dianggap sebagai janji oleh mereka, karena mereka tidak dapat menginterpretasikan kata “mungkin” dan “suatu hari”
5. Berikan arahan yang spesifik. “Saya akan bertemu kamu di tangga setelah sekolah” kurang spesifik. Lebih baik “Saya akan bertemu kamu di depan pintu no 125 pada pukul 11.45″.
6. Jangan menggoda atau menyindir seseorang yang menderita autisme. Kebanyakan tidak dapat mengerti bahwa humor seperti itu memiliki arti ganda, dan menganggapnya serius.
7. Jika kamu ramah terhadap seseorang yang menderita autisme yang kurang stylish, mungkin kamu dapat mengajak mereka berbelanja dan memperlihatkan kepadanya mana yang trendy dan keren, serta bagimana memodel rambut dengan bagus.
Sumber : Luciana Budiman, http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/08/21/apa-itu-autisme/
Tidak ada komentar :
Posting Komentar