
infoummi - "Happy Ramadhan With Kids" Merupakan karya kompilasi dari Gita Lovusa, dkk. Buku yang berisi aneka pengalaman menyambut Ramadan ini dibenangmerahi oleh harapan agar anak-anak mengenal, mencintai dan merindukan Ramadan. Salah satunya dengan kreasi pernik dan penganan sederhana yang juga disajikan sebagai tips praktis agar mudah diterapkan oleh para orangtua.
Tgl Kegiatan: Minggu, 27 Juni 2010
Penyelenggara: Pena Lectura
Ditulis oleh: Gita Lovusa
Sumber: http://lovusa.multiply.com/journal/item/335

Di awal acara, saya langsung terkesan dengan ungkapan Mbak Nesia Andriana Arif (narasumber) ketika ditanya oleh Mbak Wisye (moderator) mengenai penilaiannya terhadap buku Happy Ramadan with Kids.
"Ketika buku ini sampai dan saya selesai membacanya, saya terpukau oleh kreativitas-kreativitas yang diberikan oleh para orangtua di sini. Buku ini, menurut saya, ditulis oleh orang biasa mengenai orang biasa, tapi mereka mengabadikan sesuatu yang tidak biasa."
Tulisan yang Menarik
"Tulisan yang paling menarik menurut saya adalah tulisan milik Eka Natassa Sumantri. Karena ia berhasil mendeskripsikan alam dengan baik dan menurut saya, seseorang yang menghabiskan masa kecil di tanah alam, pasti akan memiliki kenangan indah."
Zulfa, si penulis cerita anak, juga bertanya kepada masing-masing pembicara, "Tulisan mana yang paling menarik?"
Mbak Haya menjawab, "Saya suka dengan Kurma, si Pengikat Hati dari Erinda. Membaca ini membuat saya langsung mengambil kurma dari kulkas dan menikmatinya. Saya juga suka Having Fun with Pinnata, kisah yang bercerita mengenai Ramadan yang bertepatan dengan Halloween."
Mbak Nesia menambahkan, "Selain tulisan Eka Natassa Sumantri, saya juga suka tulisan Dina Y. Sulaeman. Tulisan ini saya anggap sebagai tulisan dengan setting luar negeri yang paling berhasil memberikan penjelasan mengenai bagaimana Ramadan di sana."
Saya menjelaskan, "Tulisan yang paling membuat saya haru sejak pertama kali naskah ini dikirimkan ke saya adalah tulisan Mbak Dian Mardi. Bukan karena ia ada di sebelah saya sekarang, tapi karena banyaknya informasi di sana yang baru saya ketahui dan betapa dari kegiatan mendongeng bisa menjadi suatu ajang pencarian ilmu yang menyenangkan. Lalu, ada satu tulisan yang sangat saya kejar, yaitu tulisan Kak Echa aka Ellyza Dian Satriana. Dulu, waktu Kak Echa bercerita di blognya mengenai Kalender Ramadan, saya langsung tertarik dan meminta Kak Echa menuliskannya. Alhamdulillah, dari beberapa respon pembaca, mereka terinspirasi dari kisah tersebut."
Mbak Dian menceritakan, "Tulisan yang saya suka adalah tulisan Eka Natassa, karena berbeda dan segar. Saya juga suka hal-hal lucu. Saya ingat betapa "bandelnya" anak-anak itu menyimpul mukena teman-temannya saat tarawih lalu jatuh satu per satu."
Tentu saja setiap orang memiliki tulisan favorit masing-masing. Kalau menurut teman-teman, tulisan apa yang paling menarik di buku Happy Ramadan with Kids?

Mengajarkan Puasa
Mbak Haya, yang berlatarbelakang dunia kesehatan, menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa puasa itu adalah fase istirahat yang diberikan Allah untuk tubuh kita. Setiap hari usus serta ginjal bekerja untuk mencerna makanan. Nah, Ramadan adalah saat bagi mereka untuk beristirahat. Lalu sang anak berkomentar, "Ooh, seperti abis cape main sepeda, paling enak emang istirahat dulu, ya, Mi."
Mbak Nesia lalu mengingatkan saya betapa Maha Pemurahnya Allah. "Allah itu baik lho. Allah selalu menganjurkan agar kita memulai segala sesuatu dengan hal yang mudah, mendahulukan kabar gembira daripada ancaman. Itu juga yang sebaiknya diberitahukan kepada anak-anak kita. Kita puasa karena sayang sama Allah. Kalau ada sesuatu yang membuat kita berat dalam menjalankan puasa, Allah mengizinkan kok untuk berbuka."
Mbak Nesia menambahkan, "Mengajarkan anak berpuasa itu jangan terlalu dipaksa dan diingatkan. Anak memiliki naluri mencontoh yang baik. Jika ia melihat orangtua dan temannya berpuasa, maka lambat laun ia akan ingin juga berpuasa. Kalau anak sudah berhasil berpuasa, jangan lupa untuk dipuji."
Lalu Mbak Wisye bertanya, "Mbak, bagaimana menurut Mbak jika uang diberikan sebagai bentuk reward atas keberhasilan anak berpuasa?"
"Reward itu sebenarnya sesuatu hal yang positif. Saya lebih senang jika reward yang diberikan berupa barang, bukan uang. Kenapa? Karena saya khawatir mereka akan menghargai segala sesuatu dengan uang."
Mbak Nesia, yang baru saja kembali dari Jepang, bercerita, "Ada satu kebiasaan masyarakat Jepang yang selalu saya ingat. Mereka selalu gegap gempita menyambut suatu momen. Menghias rumah mereka dengan meriah dan mengisinya dengan kegiatan yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Ini yang harus kita contoh dalam menyambut Ramadan bersama anak. Ketika Ramadan sudah hampir tiba, bersama anak-anak, kita menghias rumah. Dan ketika Ramadan berakhir, pasti ada rasa kehilangan sewaktu hiasan-hiasan Ramadan itu dilepaskan."
Duh, saya jadi merinding.
Allah... tolong sampaikan umur kami pada Ramadan, dan semoga kami bisa menyambutnya, mengisinya dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Aamiin ya rabbal'alamiin.....

*foto diambil dari mbak Imazahra (http://imazahra.multiply.com/photos/album/127/Launching_Buku_Perdana_Pena_Lectura_Keakraban_yang_Guyub?replies_read=3#)
Kami rasa buku ini sangat cocok menjadi teman saat ramadhan, merajut memory bersama buah hati dalam memenuhi hari-hari penuh berkah di bulan suci. Untuk info lengkap dapat mengunjungi official page di http://www.facebook.com/note.php?note_id=122753907767424
Berbicara Ramadan di Launching Buku Happy Ramadan with Kids
Lokasi acara: TB. Leksika Lenteng AgungTgl Kegiatan: Minggu, 27 Juni 2010
Penyelenggara: Pena Lectura
Ditulis oleh: Gita Lovusa
Sumber: http://lovusa.multiply.com/journal/item/335

Di awal acara, saya langsung terkesan dengan ungkapan Mbak Nesia Andriana Arif (narasumber) ketika ditanya oleh Mbak Wisye (moderator) mengenai penilaiannya terhadap buku Happy Ramadan with Kids.
"Ketika buku ini sampai dan saya selesai membacanya, saya terpukau oleh kreativitas-kreativitas yang diberikan oleh para orangtua di sini. Buku ini, menurut saya, ditulis oleh orang biasa mengenai orang biasa, tapi mereka mengabadikan sesuatu yang tidak biasa."
Tulisan yang Menarik
"Tulisan yang paling menarik menurut saya adalah tulisan milik Eka Natassa Sumantri. Karena ia berhasil mendeskripsikan alam dengan baik dan menurut saya, seseorang yang menghabiskan masa kecil di tanah alam, pasti akan memiliki kenangan indah."
Zulfa, si penulis cerita anak, juga bertanya kepada masing-masing pembicara, "Tulisan mana yang paling menarik?"
Mbak Haya menjawab, "Saya suka dengan Kurma, si Pengikat Hati dari Erinda. Membaca ini membuat saya langsung mengambil kurma dari kulkas dan menikmatinya. Saya juga suka Having Fun with Pinnata, kisah yang bercerita mengenai Ramadan yang bertepatan dengan Halloween."
Mbak Nesia menambahkan, "Selain tulisan Eka Natassa Sumantri, saya juga suka tulisan Dina Y. Sulaeman. Tulisan ini saya anggap sebagai tulisan dengan setting luar negeri yang paling berhasil memberikan penjelasan mengenai bagaimana Ramadan di sana."
Saya menjelaskan, "Tulisan yang paling membuat saya haru sejak pertama kali naskah ini dikirimkan ke saya adalah tulisan Mbak Dian Mardi. Bukan karena ia ada di sebelah saya sekarang, tapi karena banyaknya informasi di sana yang baru saya ketahui dan betapa dari kegiatan mendongeng bisa menjadi suatu ajang pencarian ilmu yang menyenangkan. Lalu, ada satu tulisan yang sangat saya kejar, yaitu tulisan Kak Echa aka Ellyza Dian Satriana. Dulu, waktu Kak Echa bercerita di blognya mengenai Kalender Ramadan, saya langsung tertarik dan meminta Kak Echa menuliskannya. Alhamdulillah, dari beberapa respon pembaca, mereka terinspirasi dari kisah tersebut."
Mbak Dian menceritakan, "Tulisan yang saya suka adalah tulisan Eka Natassa, karena berbeda dan segar. Saya juga suka hal-hal lucu. Saya ingat betapa "bandelnya" anak-anak itu menyimpul mukena teman-temannya saat tarawih lalu jatuh satu per satu."
Tentu saja setiap orang memiliki tulisan favorit masing-masing. Kalau menurut teman-teman, tulisan apa yang paling menarik di buku Happy Ramadan with Kids?

Mengajarkan Puasa
Mbak Haya, yang berlatarbelakang dunia kesehatan, menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa puasa itu adalah fase istirahat yang diberikan Allah untuk tubuh kita. Setiap hari usus serta ginjal bekerja untuk mencerna makanan. Nah, Ramadan adalah saat bagi mereka untuk beristirahat. Lalu sang anak berkomentar, "Ooh, seperti abis cape main sepeda, paling enak emang istirahat dulu, ya, Mi."
Mbak Nesia lalu mengingatkan saya betapa Maha Pemurahnya Allah. "Allah itu baik lho. Allah selalu menganjurkan agar kita memulai segala sesuatu dengan hal yang mudah, mendahulukan kabar gembira daripada ancaman. Itu juga yang sebaiknya diberitahukan kepada anak-anak kita. Kita puasa karena sayang sama Allah. Kalau ada sesuatu yang membuat kita berat dalam menjalankan puasa, Allah mengizinkan kok untuk berbuka."
Mbak Nesia menambahkan, "Mengajarkan anak berpuasa itu jangan terlalu dipaksa dan diingatkan. Anak memiliki naluri mencontoh yang baik. Jika ia melihat orangtua dan temannya berpuasa, maka lambat laun ia akan ingin juga berpuasa. Kalau anak sudah berhasil berpuasa, jangan lupa untuk dipuji."
Lalu Mbak Wisye bertanya, "Mbak, bagaimana menurut Mbak jika uang diberikan sebagai bentuk reward atas keberhasilan anak berpuasa?"
"Reward itu sebenarnya sesuatu hal yang positif. Saya lebih senang jika reward yang diberikan berupa barang, bukan uang. Kenapa? Karena saya khawatir mereka akan menghargai segala sesuatu dengan uang."
Mbak Nesia, yang baru saja kembali dari Jepang, bercerita, "Ada satu kebiasaan masyarakat Jepang yang selalu saya ingat. Mereka selalu gegap gempita menyambut suatu momen. Menghias rumah mereka dengan meriah dan mengisinya dengan kegiatan yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Ini yang harus kita contoh dalam menyambut Ramadan bersama anak. Ketika Ramadan sudah hampir tiba, bersama anak-anak, kita menghias rumah. Dan ketika Ramadan berakhir, pasti ada rasa kehilangan sewaktu hiasan-hiasan Ramadan itu dilepaskan."
Duh, saya jadi merinding.
Allah... tolong sampaikan umur kami pada Ramadan, dan semoga kami bisa menyambutnya, mengisinya dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Aamiin ya rabbal'alamiin.....

*foto diambil dari mbak Imazahra (http://imazahra.multiply.com/photos/album/127/Launching_Buku_Perdana_Pena_Lectura_Keakraban_yang_Guyub?replies_read=3#)
Kami rasa buku ini sangat cocok menjadi teman saat ramadhan, merajut memory bersama buah hati dalam memenuhi hari-hari penuh berkah di bulan suci. Untuk info lengkap dapat mengunjungi official page di http://www.facebook.com/note.php?note_id=122753907767424
Tidak ada komentar :
Posting Komentar