YMP-Umat Islam Amerika mengincar gereja-gereja yang kosong ditinggalkan oleh jemaatnya, untuk dijadikan Masjid. Salah satunya terjadi pada sebuah gereja di kota Detroit. pada tahun 2006 Gereja keuskupan Agung ini telah menjadi gereja pertama di kota Detroit yang dijual ke pada umat Islam, untuk dijadikan masjid. Masjid Ini akan melayani tempat ibadah bagi imigran muslim khususnya dari Bangladesh.
"Ini akan terasa sakit, Ada banyak kenangan di sana. Tapi kau harus pergi," kata Rice, 68 tahun, seorang warga katolik.
Pembelian dilakukan oleh Islamic Center Detroit Utara yang memiliki perjanjian pembelian dengan Keuskupan Agung Detroit.
Kota Detroit berkembang di awal 1900-an ketika bisnis otomotif menarik para pendatang dari Eropa Timur, terutama dari Polandia. Mereka membawa kebudayaan mereka, makanan dan agama Katolik, sehingga di Detroit banyak terdapat restoran Polandia, pasar-pasar dan gereja-gereja mulai bermunculan di daerah tersebut. Namun imigran dari negara lain semakin banyak berdatangan sehingga memaksa warga keturunan Polandia mulai tinggal di daerah pinggiran, terutama di daerah Sterling Heights dan Warren.
Penjualan gereja untuk masjid adalah yang pertama kali bagi Keuskupan Agung Detroit, meskipun sudah ada salah satu properti yang disewakan untuk Muslim. Penyebab pembelian ini adalah bertambah banyaknya imigran muslim dari Bangladesh, sebuah negara yang sebagian besar Muslim dekat India. Data sensus menunjukkan populasi Asia di Detroit meledak dari 249 orang keturunan Asia di 1990 menjadi 421 Bangladesh dan 530 warga India pada tahun 2000.
Di antara imigran baru, Mohammed Moshon dari Bangladesh, Dia melihat ke depan untuk perluasan masjid, di mana lebih dari 300 warga muslim menghadiri shalat Jumat. Dia senang jika memungkinkan di Masjid ada sebuah sekolah yang bisa menjadi alternatif untuk Detroit Public Schools untuk anak-anak dari kalangan muslim. "Ini akan baik bagi lingkungan," kata Moshon, "karena (masjid) akan mengurusi masyarakat."
Seorang warga Kristen, John Gorman, yang tinggal di seberang jalan dari kompleks Katolik selama 13 tahun, merasa senang bangunan gereja yang kosong ini sebentar lagi tidak akan kosong lagi.
Gorman, yang bukan anggota gereja, telah melihat perubahan di lingkungannya selama bertahun-tahun dan mengatakan orang Bangladesh adalah orang yang baik, mereka adalah tetangga yang pendiam, yang membawa keceriaan anak-anak kembali.
Tapi tidak semua orang Detroit merasa senang dengan pembelian ini. Diantara mereka ada yang sedih menyaksikan orang-orang masjid mengambil salib dan simbol-simbol Katolik lainnya untuk diturunkan.
Seperti yang dituturkan Bart Nowak. "Mereka akan menghancurkan tempat itu," kata Nowak, yang pindah ke Detroit dari Polandia, bersama dengan orang tuanya pada tahun 1999. Nowak marah dengan gereja yang meninggalkan sebuah komunitas Katolik."Ini bukan cerita bahagia," kata Nowak.
Lemahnya umat Kristen dalam ibadah membuat gereja-gereja di Amerika menjadi kosong, sehingga dibeli umat Islam untuk dijadikan Masjid.(sabili/dn/yd)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar