Kamis, 30 Desember 2010

Kalem di Rumah,Nakal di Sekolah





YMP, Perasaan ibu tentu Heran, bingung, pusing atau bahkan marah ketika mendengar laporan dari pihak sekolah bahwa anak kita “berulah” apalagi kalau ternyata dirumah yang terjadi adalah kebalikannya yaitu nurut, manut dan tidak pernah melanggar aturan adalah respon yang alamiah Ibuu walaupun marah-marah juga tidak dibenarkan sebelum kita tahu duduk persoalan yang sebenarnya.

Lalu kenapa ya anak bisa menjadi pribadi yang berbeda ketika berada dirumah dan diluar..?? kenapa juga anak bisa sangat baik ketika ada orangtua dan bertingkah sebaliknya ketika tidak ada ??

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi pribadi yang berbeda ketika berada dirumah dan diluar rumah :


Tuntutan dirumah terlalu tinggi

Misalnya anak selalu diminta untuk menjadi anak “baik”. Tuntutan untuk menjadi baik dirasa terlalu berat dan mengekang sehingga anak menjadi pemberontak diluar. Kenalannya dilampiaskan diluar ketika tidak ada orangtua. Anak biasanya dirumah nurut karena takut. mungkin dalam hal ini yang ditakuti anak bukan ibu atau bapak karena saya yakin ibu pasti bukanlah ibu yang ditakuti tapi coba cek lagi apakah dirumah ada orang lain yang berpotensi untuk ditakuti anak seperti eyang misalnya. kalau iya maka bisa jadi eyang adalah figur yang membuat anak bisa "mengerem" kenakalannya ketika dirumah sehingga tidak nampak dan baru muncul dan meledak ketika diluar.

Pola asuh

Anak-anak yang diasuh dengan pola otoriter, sedikit-sedikit diatur, komunikasi satu arah biasanya akan “meledak” diluar. Anak yang ketika dirumah jarang diberi kesempatan untuk bicara dan mengemukakan pendapat ketika diluar akan “beraksi”. Terlalu banyak mengatur dan tidak memberi anak ruang untuk berekspresi memang dapat membuat anak nurut tapi sebenarnya anak begitu karena takut. Kebalikan dari pola asuh otoriter yaitu pola asuh permisif pun juga dapat menyebabkan anak bertingkah laku demikian. Anak-anak yang terbiasa dituruti, dibebaskan, apa-apa boleh, tanpa aturan, biasanya akan berontak ketika berada ditempat yang punya banyak aturan dalam hal ini sekolah.


Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orangtua ?

Tanya baik-baik tidak dengan emosi

Sabar dan tahan diri untuk tidak emosi saat mendapat laporan dari sekolah mengenai anak yang “berulah” atau nakal. Alangkah bijaksananya kalau kita dapat menghadapinya dengan lembut. Tanya baik-baik mengapa dia berbuat demikian. Misalnya dengan mengatakan “ menurut bu guru kakak sering ganggu teman bisa cerita kepapa alasannya apa..??” atau “ apa sih dari sekolah yang adik tidak suka..??”. Memarahi anak, menyudutkan, apalagi membandingkan tidak akan membuat anak menjadi lebih baik. Labelling yang diterima anak seperti “nakal”, “bandel”, “gak nurut” malah dapat membuat anak mengukuhkan perilakunya yang tidak baik.

Instrospeksi diri

Jika sumber masalahnya adalah rumah maka orangtua harus mau berbesar hati mengakui kekeliruannya.

Komunikasi

Jalinlah komunikasi dengan anak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mungkin selama ini anak tidak merasa aman bercerita karena selalu dikritik. Kecewa dengan kondisi ini maka anak lalu melampiaskannya disekolah. Jika orangtua enak diajak ngobrol anak pasti akan terbuka dan tidak “ meledak” ketika diluar.

Ubah pola asuh

Ubah pola asuh otoriter menjadi demokratis. Hargai keberadaan anak. Salah satunya dengan memberikan kebebasan berpendapat.

Kerjasama dengan pihak sekolah

Dalam pengasuhan anak orangtua memang tidak bisa berdiri sendiri demikian juga dengan pihak sekolah. Ada baiknya kedua pihak saling membuka diri untuk bekerjasama, saling memberikan informasi, evalusi dan rekomendasi mengenai anak. memang sekolah adalah lembaga pendidikan tapi sekolah juga bukan bengkel yang dapat mencetak anak menjadi pribadi yang sempurna. Lingkungan rumah dan keluarga memegang peranan penting dalam hal ini. Sekali lagi anak belajar dari meniru dan teladan yang terdekat adalah orangtua.

Demikian ibu uraian dari kami. semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat buat ibu sekeluarga. sekali lagi menjadi orangtua memang tidak mudah ya Bu. tapi insyaAllah semua bisa menjadi mudah jika ada kerjasama dari semua pihak. sabar dan komunikasi sekali lagi adalah kunci utamanya.(warnaislam.com)
Info Ummi Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

2 komentar :