Minggu, 15 Agustus 2010

Pilih Makanan Dengan Gizi Cukup Saat Sahur Maupun Berbuka


Untuk menghindari kebiasaan kurang sehat dalam
mengkonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada
baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.
Berikut ini beberapa tips yang diberikan oleh Sulasmi, SKM ahli gizi dari
Puskemas Pakis dalam memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh
Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa.

1. *Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air es
atau es yang dicampur ke dalam minuman sebelum menyantap makanan. Cara ini
sangat merugikan karena es dapat menahan lapar. Akibatnya, hidangan lain
yang lebih bergizi bisa tidak tersantap, sehingga mengurangi asupan nutrisi
yang diperlukan. Maka hindarilah minum es sebelum makan saat sahur dan
berbuka puasa.

*2.* Saat berbuka puasa, mulailah dengan minuman manis hangat. Minuman
hangat akan membantu memperbaiki getah lambung serta menjaga keasaman selama
4 jam untuk memperbaiki gula darah yang langsung dipecah menjadi kalori.
Sehingga bisa menetralkan asam lambung setelah seharian berpuasa.

Dalam mengkreasi menu berbuka, perlu Anda perhatikan ketika memasak kolak.
Ibu dua anak ini mengungkapkan bahwa kolak kurang bagus untuk menu berbuka.
Kolak mengandung karbohidrat tinggi atau zat polisakarida. “Polisakarida
merupakan kandungan karbohidrat komplek yang terdiri dari isi pisang, kacang
hijau, ubi serta santan dan gula. Jika terpaksa, Anda dapat membuat kolak
yang sebaiknya tidak menggunakan santan,” jelasnya.

Jika Anda memilih sirup untuk hidangan manis, idealnya hanya 2 sendok untuk
satu gelas air. Kecuali yang menderita Diabetes, maksimal 5 gr per gelas,
tetapi harus yang bersifat *low sugar*.

*3.* Saat berbuka puasa tiba, ada baiknya mengisi perut dengan makanan
ringan seperti roti, ketan, gorengan atau makanan ringan lain. Biarkan
lambung Anda beradaptasi dengan makanan ringan terlebih dahulu, serta
gunakan waktu untuk sholat Maghrib. Setelah kurang lebih setengah jam dari
waktu berbuka, barulah Anda menikmati menu utama.

*4.* Jika saat malam hari Anda lapar dan ingin makan, maka hal tersebut
diperbolehkan dan sah-sah saja. Bahkan, Sulasmi menganjurkan untuk makan di
malam hari dianjurkan untuk memenuhi asupan kalori dengan hitungan 100%.
Pemenuhan kalori ini dicapai saat berbuka 30%, makan malam 40%, dan sahur
30%.

*5.* Terkadang momen puasa ini dimanfaatkan untuk memperbaiki penampilan
oleh kebanyakan kaum wanita. Bulan puasa adalah momen yang pas untuk diet
bagi wanita,tetapi jangan gunakan pola diet yang ketat. Agar diet Anda
sukses tetapi tubuh tetap *fresh* selama berpuasa*, *maka kurangi asupan
kalori saja. Jika kalori normalnya 100%, maka Anda cukup memenuhi 60% dari
biasanya dengan menghilangkan makan malam.

*6.* Jangan anggap sepele makan sahur. Tidak jarang orang enggan bangun
untuk makan sahur karena merasa masih kenyang dan sebagainya. Padahal makan
sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi yang diperoleh tubuh selama
sehari berpuasa. Makan sahur janganlah asal kenyang, tetapi harus bergizi
tinggi. Hidangan atau menu sahur harus bisa menjadi cadangan kalori dan
protein serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan. Dengan demikian,
rasa lapar tidak cepat dirasakan. Makan sahur haruslah yang cukup mengandung
protein dan lemak.

Penting juga diperhatikan makan-makanan sahur jangan berkuah, kurang bagus
karena bisa mempengaruhi nafsu makan, menyebabkan asupan kalori berkurang.
Idealnya seseorang dalam satu hari mengkonsumsi 2100 kalori terhitung 100%.
Begitu juga seseorang yang menjalankan ibadah puasa juga harus memenuhi
asupan kalori tersebut.

*7.* Jika makan sahur janganlah terlalu malam, makanlah pada waktu jam sahur
(antara jam 02.30 sampai 03.30 Wib). Hal ini dikarenakan agar bisa menahan
lapar lebih lama. Selain itu, sekaligus untuk memperbaiki metabolisme tubuh
dan memperbaiki hipoglikemi kadar gula darah di bawah standar.
Info Ummi Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar