Jumat, 26 Februari 2010

Anoreksia



Anoreksia adalah hilangnya nafsu makan untuk waktu yang lama. Bila berlarut-larut, ganngguan ini bisa menyebabkan kematian. Biasanya anoreksia terjadi pada masa akhir pubertas. Pada anak, gangguan ini disebut anorectic. Selain nafsu makan hilang, gejala anorectic juga dapat dilihat dari berkurangnya berat badan anak hingga 20%.

Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan makan ini, yaitu :

  1. Reaksi orang tua yang berlebihan terhadap makan, seperti membujuk atau mengancam agar anak makan. Anak memandang kegiatan makan lebih penting bagi orangtuanya bukan bagi mereka. Dengan menolak makan berarti mereka dapat mengendalikan orang dewasa. Pada akhirnya makan dalam jumlah sedikit menjadi cara untuk menunjukkan kekuatan diri anak.

  2. Keinginan anak untuk menunjukkan kemandirian. Reaksi ini muncul karena orangtua terlalu memberi perhatian terhadap aktivitas makan

  3. Sikap orang tua yang selalu merasa lebih tahu kebutuhan fisik anak. Hal ini dapat menghambat perkembangan kesadaran anak terhadap rasa lapar

  4. Tidak pernah belajar makan dengan seimbang. Biasa muncul pada orangtua yang makannya juga sedikit

Pencegahan

  1. Membuat makan sebagi aktivitas yang menyenangkan dan santai

  2. Membuat penampilan makan yang menarik, mudah dibersihkan dan suasana tenang

  3. Sendok yang pendek dan lebar akan membuat makan menjadi lebih mudah

  4. Makanan padat sebaiknya dikenalkan setelah bayi berusia 6 bulan

  5. Jenis makanan baru disajikan dalam porsi kecil

  6. Paling efektif apabila menyajikan makanan baru dengan makanan yang disukai bayi

  7. Makanan yang tidak disukai dapat dicampurkan dengan makanan yang disukai

Memasuki usia pra sekolah biasanya anak sudah dapat diajak terlibat dalam pemilihan dan persiapan makanan. Perlahan-lahan anak dapat diajari mengenai gizi makanan. Adanya diskusi mengenai makanan yang dimakan akan membuat anak terbiasa memilih makanan sehat.

Pemecahan masalah

  1. Tidak memaksa, membujuk atau mengingatkan anak untuk makan. Makanan yang tidak dimakan selama 30 menit harus segera disingkirkan dengan sikap yang netral. Memberi ekstra perhatian karena anak makan sedikit justru meningkatkan masalah makan

  2. Memberi makan dalam porsi kecil. Makan dalam porsi besar kadang-kadang menakutkan bagi anak yang masih kecil

  3. Menumbuhkan suasana makan tanpa konflik

  4. Membuat makan sebagai pengalaman yang menyenangkan, misalnya makan bersama keluarga

Info Ummi Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar