Farih Abdurarahman membuat terkejut ibunya, sudah hampir dua tahun usia Farih, tapi anak ini belum juga bisa berbicara seperti anak-anak sebayanya, tapi kali ini ketika usianya melewati dua tahun kalimat pertama yang terucap dengan baik adalah Qur’an Surat Al Kahfi. Begitulah. Allah swt telah memilihnya agar menjadi salah satu bukti karamah-Nya yang diperlihatkan kepada umat manusia. Di bumi Aljazair, anak usia tiga tahun ini menghapal Al Qur’an lewat pendengarannya terhadap tilawah Al Qur’an sejak ia masih dalam kandungan ibunya… Cerita diatas hanya satu dari beberapa rangakaian cerita nyata di Majalah Tarbawi Edisi 222 Th 11. Kisah tentang perempuan-perempuan yang memperdengarkan Al Qur’an untuk anak mereka sejak dalam kandungan. Ya sejak dalam kandungan.
Saya merekomendasikan bagi orang tua yang menginginkan keluarganya, anaknya dekat dengan Al Qur’an dan berharap anak-anaknya menjadi hafidz, cerita-cerita dimajalah ini sangat memotivasi, dan memberikan contoh nyata dalam mereguk samudra Hikmah dari Al Quran
Seorang ibu ibarat seekor kerang di laut lepas dan luas. Untuk menghasilkan mutiara yang berkilau, kerang itu harus menghadapi ombak yang begitu garang, benturan dan kerasnya karang atau debu yang ingin menyusup dan merusak keindahan mutiara. Tapi dengan gigihnya, kerang itu tetap mengatupkan bibir cangkangnya untuk melindungi mutiara yang ada di dalamnya, seberapa kerasnya pun ujian yang dihadapinya. Hingga pada waktunya, mutiara yang ada didalam kerang itu berkilau indah, bernilai lebih dan akan mahal harganya. Mutiara itu adalah anak-anak yang akan berkilau jika dididik oleh seorang ibu yang memiliki tekad kuat , tak peduli ujian apa yang akan di hadapinya
Epilog , “Nurul hafal surat Asy-syams..tanpa diajarkan”, ujar Ibu Dewi Kusmayanti
Tidak ada komentar :
Posting Komentar